Kamis, 20 Agustus 2009

nyanyian

Dengan program Privatisasi/Swastanisasi Perguruan Tinggi Negeri, jika dulu untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri cukup murah (tahun 1998 uang masuk dan semester sekitar Rp 200 ribu), maka sekarang uang masuknya saja bisa mencapai Rp 5-25 juta. Belum uang semester yang bisa mencapai Rp 7,5 juta. Jadi jika anda kuliah S1 selama 4 tahun, anda bisa mengeluarkan sampai Rp 85 juta. Jika anda punya 4 anak yang kuliah, biaya kuliah anak anda total Rp 180 juta. Cukup buat modal bikin perusahaan! Bahkan di Kompas disebut biaya masuk PTN sampai Rp 100 juta.


Lalu bisakah orang miskin kuliah? Ada fasilitas beasiswa (penuh atau sebagian) dengan syarat memiliki Surat Keterangan Tidak Mampu dari RT/RW dan diutamakan dari Keluarga Miskin. Tapi jika anda merasa sebagai calon pemimpin dan punya harga diri mungkin hal itu kurang menarik.


Jika memang PTN sudah tidak terjangkau lagi, banyak alternatif lainnya. Misalnya di Bina Sarana Informatika (ini bukan iklan) uang masuk hanya Rp 800 ribu hingga 1,25 juta. Sementara biaya kuliah hanya Rp 980 ribu/semester. Dalam 3 tahun kuliah anda cukup mengeluarkan Rp 7 juta saja. Lihat informasinya di:


http://bsi.ac.id


Memang hanya ada program D3, tapi itu cukup untuk membuat anda bisa bekerja untuk kemudian melanjutkan ke S1 di Universitas lain. Beberapa lulusan BSI yang saya kenal terbukti bisa bekerja di Citibank, Stanchart, BPPOM, dan sebagainya.


Bagaimana kalau mutu kuliah dan gurunya kurang bagus? Kualitas pendidikan bukan hanya tergantung dosen, materi, dan fasilitas, tapi yang paling utama adalah kemampuan akademis mahasiswanya. Jika mahasiswanya bodoh, kuliah di universitas terbaik tetap saja bodoh dan bisa DO. Sebaliknya mahasiswa yang cerdas bisa belajar bukan hanya dari dosen, tapi juga dari internet.


Lewat internet, anda bisa mendapatkan berbagai ilmu atau materi kuliah dari ilmuwan/universitas terbaik. Anda bisa mencari materi lewat mesin pencari seperti Google.com atau berdiskusi dengan para pakar lewat milis khusus.

Untuk Teknologi Informasi (TI), anda bisa belajar/diskusi masalah TI dengan mengirim email ke mifta-perjuangan-subscribe@yahoogroups.com

Bisa juga anda mengikuti kuliah di eUniversity yang diasuh oleh Pakar TI, Romi Satria Wahono, yang beberapa muridnya telah mendapat penghargaan kelas dunia dengan biaya terjangkau di:

http://university.romisatriawahono.net


Jika misalnya biaya di Fakultas Kedokteran sangat mahal dan mencapai ratusan juta rupiah, anda bisa mengambil kursus bekam/hijamah dengan biaya Rp 500 ribu saja. Gelar mungkin tidak ada, tapi anda bisa buka praktek dan dapat menyembuhkan penderita penyakit darah tinggi, stroke, dan jantung dengan lebih cepat, murah, dan memuaskan. Biaya bekam/orang saat ini Rp 50.000/orang. Dalam satu jam anda bisa membekam 3 orang atau mendapat Rp 150 ribu/jam. Bayangkan dalam sebulan anda bisa mendapat Rp 20 juta/bulan! Info tentang Bekam bisa anda lihat di:

http://media-islam.or.id/2008/12/02/pengobatan-ala-nabi-thibbun-nabawi/

Jadi meski biaya PTN tidak terjangkau tetap optimis.

Alternatif Perguruan Tinggi murah lainnya adalah dengan ikatan dinas seperti:

Dari Johan Romadhon di milis LISI:

Saya baru terpikir untuk keliling ke seluruh perwakilan kantor pemerintah yang ada di kota Semarang dan bertanya ttg PT Kedinasan yang mereka punyai. Dalam daftar saya waktu itu:

1. STAN
2. AIS
3. AKIP (calon sipir)
4. BPLP (punya Dephub, yang membawahi AIP, P3B, Curug – Penerbangan)
5. Akademi DLLAJ
6. Akademi Agraria
7. Akademi Meteorologi dan Geofisika
8. Akademi-Akademi Kesehatan di bawah DepKes
9. PATIGAT (Gajah Tunggal)
10. Poltek SIEMENS

Tambahan: Perguruan Tinggi yang murah lainnya adalah STIS (Statistik) di jalan Otista Raya Jakarta Timur


Bagi yang memiliki informasi Universitas mana yang baik dan murah, entah di dalam atau luar negeri (misalnya India), silahkan beri komentar di:

http://infoindonesia.wordpress.com


Beri informasi:

Nama Universitas:

Lokasi:

Program (D3/S1):

Uang Masuk:

Uang Semester

Web Site:


Referensi:

http://www.profilptn-pts.com/saran-mempersiapkan-biaya-kuliah


http://www.suarapembaruan.com/News/2008/02/08/index.html


http://www.ui.edu/page/biaya-program-sarjana-reguler-id.html
Biaya Program Sarjana Reguler
Biaya Pendidikan
Besarnya biaya pendidikan bagi mahasiswa yang diterima melalui seleksi PPKB, SNMPTN dan UMB adalah sama, ditetapkan dengan memperhatikan kemampuan penanggung biaya pendidikan.

Jalur Penerimaan
Daya Tampung
BOP (per semester)
Uang Pangkal (semester 1 tahun 1)

PPKB 450
Disesuaikan dengan penghasilan penanggung biaya pendidikan :

Utk IPA Rp 100.000 s.d Rp 7.5 juta
Utk IPS Rp 100.000 s.d 5 juta


Rp 25 jt (FK, FKG, FT, Fasilkom)
Rp 10 jt (FE, FISIP, FH, FPSI)
Rp 5 jt (FKM, FIK, FMIPA, FIB)

Tersedia fasilitas Beasiswa


SNM-PTN 900

UMB 3318


Ditambah DKFM Rp. 100.000 per semester dan DPP Rp 600.000 sekali saja disemester 1 tahun



http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/05/12/07453547/biaya.masuk.ptn.bisa.rp.100.juta.lebih

Biaya Masuk PTN Mencapai Rp 100 Juta Lebih

Kompas, Senin, 12 Mei 2008 | 07:45 WIB

JAKARTA, SENIN – Biaya masuk perguruan tinggi negeri bisa mencapai angka di atas Rp 100 juta, sementara setiap semester dapat mencapai Rp 70 juta. Tingginya biaya tersebut semakin memperkecil akses masuk ke pendidikan tinggi.

Demikian benang merah persoalan menyangkut biaya masuk perguruan tinggi negeri yang didapatkan Kompas dalam pencarian selama sepekan terakhir, mulai dari Jakarta (DKI Jakarta), Semarang (Jawa Tengah), Bandung (Jawa Barat), Surakarta (Jawa Tengah), Surabaya (Jawa Timur), hingga Makassar (Sulawesi Selatan).

Besarnya biaya masuk perguruan tinggi negeri (PTN) bergantung pada program yang diambil serta bidang ilmu yang dipilih. Program tersebut beragam dan berbeda antara satu PTN dan PTN lain. Bahkan, ada PTN yang membuka program internasional. Pada program ini, mahasiswa membayar biaya berlipat-lipat dibandingkan program reguler pada setiap semesternya.

Bagi para calon mahasiswa yang gagal masuk melalui program S-1 reguler lewat Seleksi Nasional Masuk PTN (SNMPTN), hampir semua PTN yang dihubungi memiliki program non-SNMPTN. Biaya masuk program non-SNMPTN ini lebih tinggi dibandingkan jalur SNMPTN. Program non-SNMPTN ini pun berbeda antara satu PTN dan PTN lain, bahkan ada yang memiliki lebih dari lima program.

Bandingkan dengan biaya kuliah di National University of Singapore yang biayanya berkisar 9.540 dollar-27.350 dollar Singapura atau di Universitas Kebangsaan Malaysia yang memasang biaya 1.167 ringgit hingga 1.500 ringgit Malaysia.

http://bem.ui.edu/v1/?p=32#more-32

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS INDONESIA TENTANG BIAYA PENDIDIKAN

MAHASISWA BARU UNIVERSITAS INDONESIA PROGRAM SARJANA REGULER

TAHUN AKADEMIK 2008/2009


”………..

Beasiswa Universitas

Pasal 6

Beasiswa Universitas dapat diberikan kepada mahasiswa Program Sarjana Reguler yang memerlukan dan memenuhi syarat sesuai ketentuan yang berlaku.


Bentuk Beasiswa Universitas

Pasal 7

(1) Mahasiswa yang memenuhi persyaratan, dapat memperoleh Beasiswa Universitas, dalam bentuk:

a. Pembayaran Biaya Pendidikan (BP)dengan angsuran;

b. Pemberian sebagian Uang Pangkal (UP) dari yang harus dibayarkan.

(2) Pemberian Beasiswa Universitas sesuai ayat (1) hanya berlaku untuk jangka waktu 1 (satu) semester.

(3) Keputusan Pimpinan Fakultas atas pemberian Beasiswa Universitas berlaku berjalan dan bersifat final.”


Persyaratan Untuk Mendapat Beasiswa Universitas

Pasal 8

Bagi mahasiswa yang memerlukan Beasiswa Universitas, wajib menyerahkan Surat Pernyataan penanggung Biaya Pendidikan (BP) di atas meterai secukupnya tentang penjelasan alasan permohonan disertai bukti-bukti pendukung sebagai berikut:


1. Surat keterangan tidak mampu dari RT/RW domisili penanggung Biaya Pendidikan (BP) diketahui oleh Lurah/Kepala Desa setempat, diutamakan yang memiliki Kartu Gakin;

2. Surat Keterangan Penghasilan Total/Slip Gaji penanggung Biaya Pendidikan (BP) bagi yang bekerja di sektor formal (instansi pemerintah atau swasta). Ketentuan Slip Gaji ini tidak berlaku bagi orang tua yang bekerja di sektor informal usaha sendiri yang tidak memiliki Slip Gaji;

3. Menyerahkan fotokopi NPWP (bagi yang memiliki);

4. Fotokopi rekening listrik (tempat tinggal penanggung Biaya Pendidikan (BP) 3(tiga) bulan terakhir;

5. Fotokopi rekening telpon (tempat tinggal penanggung Biaya Pendidikan(BP) 3(tiga) bulan terakhir;

6. Fotokopi Kartu Keluarga dan fotokopi KTP penanggung Biaya Pendidikan (BP) yang masih berlaku;

7. Fotokopi Kartu Keluarga dan fotokopi KTP orang tua/wali yang masih berlaku;

8. Fotokopi Surat Pemberitahuan Pajak Tahunan Pajak Bumi dan Bangunan penanggung Biaya Pendidikan (BP);

9. Surat pernyataan bermeterai cukup dari tiga tetangga terdekat yang bukan saudara yang menjelaskan kondisi ekonomi penanggung Biaya Pendidikan (BP) mahasiswa dilengkapi fotokopi identitas diri; dan

10. Syarat-syarat lain yang ditetapkan oleh Pimpinan Fakultas masing-masing.


Prosedur Untuk Mendapatkan Beasiswa Universitas

Pasal9


1. Mahasiswa mengisi formulir permohonan Beasiswa Universitas dan melengkapi persyaratan sesuai Pasal8.

2. Seluruh dokumen yang disyaratkan sesuai dengan ayat (1) di atas diserahkan kepada Manajer Kemahasiswaan atau pejabat yang ditunjuk oleh Pimpinan Fakultas sebelum periode registrasi administrasi dimulai.

3. Permohonan pada ayat (1) di atas akan dipertimbangkan dan ditetapkan bentuk beasiswanya oleh Pimpinan Fakultas setelah dilakukan pemeriksaan berkas dan wawancara.

4. Jangka waktu permohonan, penetapan, dan pemutakhiran data Biaya Pendidikan (BP), selambat-lambatnya diselesaikan dalam jangka waktu 2 (dua) hari kerja sebelum jadwal registrasi administrasi berakhir.

5. Jadwal registrasi administrasi, mengikuti ketentuan Kalender Akademik Universitas untuk tahun akademik berjalan.


oleh: Resa (Kominfo BEM UI, dikutip dari www.ui.edu)



Komentar (30)
30 Komentar »
Kemarin Saya berkunjung ke Universitas AlZaytun (UAZ) Indramayu, biayanya sangat murah sekali dengan kualitas yang sangat bagus menurutku, uang masuk hanya 1,5 juta untuk semua fakultas, biaya pertahun /bukan persemester sangat murah berkisar 5,75juta (utuk fakultas bahasa terpadu) hingga 10,25 juta (untuk fakultas kedokteran), adapun biaya pemondokan, makan, dan lain-lain, semuanya 850ribu perbulan. fasilitasnya juga sangat lengkap dan mewah, terutama fakultas pertanian terpadu, mahasiswanya dipinjamkan lahan untuk diolah yang keuntungannya buat sendiri, ini sangat bagus bung! Menurutmu gimana?

Komentar oleh Al-Faqir Cahyo — Mei 28, 2008 @ 4:23 am

mending kuliah di luar negri aja langsung. biaya segitu mah mendingan kul di luar. dah dapat ijazah luar … dapat liburan n belajar mandiri disana.
fyi, di australia, pelajar dapat bekerja 20 jam/minggu … gaji jaga counter misalnya perjam cukup oke .. rata2 11-15AU$ (1 AUD = Rp 8900,00)
nah gaji ini bisa dipake untuk biaya hidup selama disana … mepet sih…

untuk uang pangkal di luar negri tidak ada .. jadi 100 jt bisa dipake buat kuliah 1 thn

kalo di china lebih murah lagi kale hehehe …
atau yg deket2 sini .. malaysia ?

Komentar oleh adwin — Mei 28, 2008 @ 4:32 am

Untuk masalah biaya biasanya sebanding dengan apa yang di berikan Universitas tersebut, mungkin sebagai referensi UNiversitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta bisa menjadi rujukan, dengan biaya hidup di Jogja yang terkenal murah dan biaya pendidikan yang terjangkau dengan fasilitas yang sangat komplit, http://www.uii.ac.id, http://portal.uii.ac.id

Komentar oleh Agus A. Hakim — Mei 28, 2008 @ 5:07 am

Salam dari Negeri Hindustani ….

Saya adalah mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di India, tepatnya di Negara Bagian Uttar Pradesh di Kota Aligarh. Saya kuliah di Aligarh Muslim University program S1 Economics titelnya BA (Hons), sekedar informasi tentang biaya kuliah disini, Tution Fee: USD 750
COSD/ uang pengembangan kampus: USD 175
Application form : USD 14
Jadi Total biaya: USD 939, dan tidak ada biaya kuliah lainnya lagi selama tiga tahun pendidikan. Jumlah uang total itu adalah biaya kuliah di Aligarh sampe selesai.

Nama Universitas: Aligarh Muslim University
Lokasi: Negara bagian Uttar Pradesh, kota Aligarh
Uang Masuk: Tidak ada
Uang Semester: Tidak ada, di Aligarh uang kuliah hanya di bayar satu kali untuk 3 tahun pada awal pendaftaran sebesar USD 939.
Web Site: http://www.amu.ac.in

Sukses selalu

Salam dari Hindustan

Komentar oleh Didip Diandra — Mei 28, 2008 @ 5:24 am

Terimakasih atas informasinya pak Cahyo.
Tanpa ingin mengundang polemik lebih jauh (cukup sampai di sini), saya lampirkan sedikit kontroversi berita media massa tentang Pesantren Al Zaytun di Indramayu. Kita serahkan saja pada pembaca untuk menilainya.

Selain Al Zaytun bagaimana? Apa ada Universitas yang Baik DAN Murah? Baik di dalam atau di luar negeri. Semoga informasi ini bermanfaat untuk adik-adik kita yang ingin melanjutkan pendidikan mereka setelah SMU.

==
Berita tentang Al Zaytun:
http://www.liputan6.com/politik/?id=32739
Persoalan keberadaan pondok pesantren yang didirikan sejak 1993 mencuat menyusul kedatangan sejumlah orang tua sejumlah santri ke Markas Besar Polri, 2 April silam. Mereka meminta Polri menyelidiki pasantren tersebut mengingat anak mereka berkelakuan aneh, yakni lebih berani melawan. Selain itu, anak-anak mereka sudah tak pernah menjalankan sembahyang lima waktu. Pengaduan serupa juga terjadi di sejumlah daerah lain.
===
http://www.gatra.com/2002-04-20/artikel.php?id=17031
Kendati demikian, Ketua Umum MUI ini mempertanyakan sikap pihak pengelola Al-Zaitun ihwal ketidakterbukaan mengenai sumber perolehan dana untuk pengembangan pesantren tersebut.

“Sorotan yang tajam terhadap Al-Zaitun itu sebetulnya terletak pada perolehan sumber dana. Dari mana mereka (Al-Zaitun) memperoleh dana yang begitu besar. Karena itu, pihak Al-Zaitun sebaiknya memberi penjelasan kepada masyarakat (menyangkut sumber dana) agar tidak lagi menimbulkan fitnah,” katanya.
===
http://www.gatra.com/artikel.php?pil=23&id=32256
Tapi, Tim MUI yang dipimpin KH Ma’ruf Amin berpendapat sebaliknya. Konsep zakat fitrah dan kurban ala Al-Zaytun dianggap menyimpang dari syariat Islam. Lebih jauh, temuan MUI yang dipaparkan Februari lalu ini menyatakan adanya indikasi kuat hubungan antara Al-Zaytun dan NII KW IX. Hubungan tersebut bersifat historis, finansial, dan kepemimpinan.

Komentar oleh nizaminz — Mei 28, 2008 @ 5:39 am

masuk itb aja lewat spmb..
itb menjamin tidak akan mengeluarkan mahasiswa karena tidak mampu.. karena ada subsidi silang dari yang usm.. bisa tuh kuliah tanpa biaya..

Komentar oleh meidy — Mei 28, 2008 @ 10:26 am

Memang benar, ada beasiswa utk anak yg berasal dari keluarga miskin. Syarat beasiswa adlh melengkapi surat keterangan tdk mampu dari pemerintahan setempat.

Masalahnya, standart kriteria ‘orang miskin’ menurut versi pemerintah adlh sangat jauh sekali dari standart kemiskinan secara real.
Orang yg disebut miskin (menurut pemerintah) antara lain : Tidak punya televisi, ukuran rumah hanya 4×4, tidak punya kendaraan bermotor, tidak punya usaha/pekerjaan tetap, dll dsb.

Jadi, tukang ojek, pedagang dipasar, tukang sate, hansip, dan pekerja kecil lainnya, menurut versi pemerintah tidak termasuk dalam golongan orang miskin!!
Apakah golongan masyarakat spt ini sanggup membayar biaya kuliah??

Komentar oleh ryditya — Mei 28, 2008 @ 4:48 pm

Dari Johan Romadhon di milis LISI:

Saya baru terpikir untuk keliling ke seluruh perwakilan kantor pemerintah yang ada di kota Semarang dan bertanya ttg PT Kedinasan yang mereka punyai. Dalam daftar saya waktu itu:

1. STAN
2. AIS
3. AKIP (calon sipir)
4. BPLP (punya Dephub, yang membawahi AIP, P3B, Curug – Penerbangan)
5. Akademi DLLAJ
6. Akademi Agraria
7. Akademi Meteorologi dan Geofisika
8. Akademi-Akademi Kesehatan di bawah DepKes
9. PATIGAT (Gajah Tunggal)
10. Poltek SIEMENS

Tambahan: Perguruan Tinggi yang murah lainnya adalah STIS (Statistik) di jalan Otista Raya Jakarta Timur

Komentar oleh nizaminz — Mei 30, 2008 @ 6:49 am

jd bingung..?
mau pintar kok mahal,bisa tolong gk kasih solusi ke saya ft yg bgus..

Komentar oleh Bobby — Juni 20, 2008 @ 12:13 am

FT yang bagus dan mahal: ITB, UI, ITS, Trisakti
Yang lain: Pancasila, UPN Veteran, Muhammadiyah, dsb

Komentar oleh nizaminz — Juni 27, 2008 @ 2:00 am

ada yang murah. soal kualitas diri sendiri yang menilai. UIN Bandung boleh dilihat,uang kuliahnya saja persemester hanya 600.000 ditambah uang praktek sesuai program studinya. yang paling tinggi hanya 500.rb/semester. itupun dibayarkan sampai semester V. tidak ada uang DPP…berjuta-juta. Insya Allah akan bermanfaat, amiiin.

Komentar oleh gerakanpramukauinbandung — Juli 12, 2008 @ 12:51 pm

Menarik sekali….
Permasalahan mahalnya biaya pendidikan jangan hanya dilihat dari sisi kebijakan universitasnya. Pendidikan yang bermutu tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Sedangkan kebijakan pemerintah kita sendiri malah semakin mengurangi peranannya….dapat dilihat dari alokasi APBN sektor pendidikan yang dibawah 20%, masih dibawah yang diamanatkan pemerintah. Subsidi untuk Perguruan sendiri sudah dikurangi….paling hanya mencakup biaya gaji PNS.
Jadi, perguruan tinggi negeri mau tidak mau harus mengupayakan biaya penyelenggaraan pendidikan. Dari mana? Harus ada peran masyarakat alias peserta didik….banyak maupun sedikit.
Di negara lain, seperti info dari teman2 mungkin biaya kuliah lebih murah karena peran pemerintah cukup besar dalam menyediakan anggaran yang dibutuhkan.

PT seperti UI sudah dan akan mengupayakan lebih untuk memperoleh sumber dana lain selain dari masyarakat tersebut misal dari kerjasama dengan industri, dari penelitian, dari usaha2 lain yang masih boleh dijalankan. Tapi mencari duit kan gak segampang yang kita pikir apalagi ini institusi pendidikan yang kalo mau bikin bisnis juga gak bisa sembarangan.

Oleh sebab itu UI mengupayakan biaya pendidikan yang tidak dipukul rata. Bagi yang mampu dapat dikenakan biaya maksimal. Bagi yang tidak mampu dapat dikenakan biaya yang minimal. Misal dapat dilihat kisaran BOP 100 ribu hingga maks 7,5 juta untuk program studi kelompok IPA. UI sendiri pun menjamin tidak boleh seorang pun mahasiswa UI yang keluar hanya karena tidak mampu membayar biaya pendidikan. Bagi mahasiswa ini akan dibantu, dicarikan donatur beasiswa, dsb.

Menurut saya tidak ada pendidikan yang murah. Tapi, harus ada pendidikan yang berkeadilan. Artinya mampu melindungi generasi bangsa yang kurang beruntung dalam pembiayaan pendidikan tetap dapat memiliki kesempatan yang sama dalam mendapatkan pendidikan.

Astrid S. Dewi
Staf keuangan FKUI
(astrid_chocolate@yahoo.com)

Komentar oleh astrid — Juli 13, 2008 @ 4:57 pm

Dulu memang biaya kuliah di negeri sangat murah
saya kuliah di PTN Ja Bar th 88 – 92, cuma 60 000 rb / semester
Kalo sekarang kebalik, malah PTN yang lebih mahal dibanding swasta
alasannya subsidi udah dicabut
Padahal swasta dari dulu tak ada subsidi tuh, malah bisa maju !
Nah ada baiknya yang petinggi PTN belajar wirausaha dan belajar gimana kelola keuangan kaya’ PTS
Mudah2 an biaya di PTN bisa di tekan ….

Komentar oleh Agung — Juli 21, 2008 @ 4:21 pm

Iya. Dulu PTN lebih murah dari PTS.
Saya juga heran kok sekarang Perguruan Tinggi Swasta yang tidak diberi dana oleh pemerintah justru bisa lebih murah dari Perguruan Tinggi Negeri yang masih diberi bantuan uang.

Seharusnya PTN bisa lebih efisien dan lebih murah. Sebagai contoh jika untuk Kuliah Internasional pakai AC, untuk Kuliah Rakyat tidak usah pakai AC. Tapi sekali lagi, di Swasta pakai AC kok tetap lebih murah ya?

Mungkin pengurus PTN harus belajar dengan pengurus PTS agar lebih efisien.

Komentar oleh nizaminz — Juli 22, 2008 @ 2:24 am

aduuuh pusing

Komentar oleh chipet_sajah — Agustus 27, 2008 @ 6:44 am

Katanya murah liat aja mahalnya……… aku aja ngga kuat bayar, kalo murah dan aku mampu aku mau kuliah.coba liat aja biaya nya Ditambah DKFM Rp. 100.000 per semester dan DPP Rp 600.000 sekali saja disemester 1 tahun wah kalo seperti aku mahal.. belum bayar spp mahaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaal

Komentar oleh Fadly — September 25, 2008 @ 10:07 am

[...] kalau memang mau kul, ada temen merekomendasikan kuliah murah di websitenya. Ini nih. Silakan dicek-cek deh, baru putuskan mau kuliah. Saya pikir, UPI juga udah ngasih tau kan biaya2 [...]

Ping balik oleh 12 Mahasiswa PTN Terancam Drop Out.. Ya Sutralah..So what gitu loh? « The Unggul Center — Oktober 22, 2008 @ 5:52 am

Terimakasih atas info di blog ini.. kalau mahal ya ambil aja yang non formal seperti LPK. Banyak kok yang setara D1 or D2. Tips nya sih, carinya yang ilmunya skill. bukan manajerial or administrative (baca : teori). Jadi kita ngga perlu repot mo terdaftar mo ngga dst. kalo punya skill, misalnya IT, computer, elektro loe pasti kepake. Kalah tuh S1 yang cuman modal ijazah tapi dikalahkan anak pendidikan nonformal hehe.. sudah lebih oke, gaji dari perusahaan bisa lebih murah jadinya ya yang diterima anak LPK. Ini dibuktikan sodara saya. Jadi, jangan ragu lah, kalau punya skill ngapain aja bakal selamet. Bener ga? Kalo punya skill berenang di laut en sungai, lo diceburin kelaut bakal survive dibanding punya Ijazah instruktur renang tapi ga bisa renang di laut karena banyak teori en bisa cuma di kolam renang!

Komentar oleh Pompey — Oktober 22, 2008 @ 6:09 am

menurut saya, pendidikan klo bagus tapi murah itu kelihatannya gak ada , klo org jawa bilang “ono rego ono rupo” , yg perlu diwaspadai itu pendidikan sudah mahal tp kualitas biasa2 aja. Namun demikian berdasarkan pengalaman saya ada pendidikan yang berkualitas dengan harga yg rasional seperti misalnya di T. Elektro UKSW salatiga. Di komentar ada yg menulis pendidikan di India murah, sebenarnya itu juga tergantung universitasnya, klo di India universitas bergengsi tingkat dunia yaitu ITT (Indian Institute of Technology), biaya pendidikannya rata2 (th 2007) sebesar 110.000 rupee per tahun (kira2 30 jt rupiah per tahun) gak murah juga kan?

Komentar oleh anton — Oktober 30, 2008 @ 12:32 am

Tolong, daftar universitas di makasar yg punya biaya murah dan punya masa depan buat mahasiswanya. N sarannya, soalnya aku bingung, udah mau lulus tapi blum bisa nentuin dengan jelas dmana harus kuliah. “aku bukan keluarga mampu uang”. Sebelumnya thanx.

Komentar oleh Addji_saja — Januari 13, 2009 @ 11:09 am

ASSALAMUALAIKUM WR.WB
MET SIANG..!!!!!!TOLONG DONG KASIH DAFTAR UNIVERSITAS DI JAWA YANG GRATIS OR YANG PALING MURAH TAPI YANG KUALITAS BAIK DAN MUDAH BUAT CARI KERJA.SOALNYA AKU BINGUNG CARI UNIVERSITAS YANG COCOK UNTUK AKU.SOALNYA AKU BUKAN KELUARGA YANG MAMPU.!!!!MAKACIH YA……

Komentar oleh SRI RETNO — Maret 24, 2009 @ 5:21 am

assalamualaikum wb wr
met siang , aku tyno dari jawa aku mau nanya biaya murah yang tdk ngrepotin ortu yang dapat buat cari kerja aku bukan dari keluarga yang tdk mampu soalnya aku ingin kuliah

Komentar oleh tyno — Maret 24, 2009 @ 5:32 am

Kalau BSI di Jawa ada:
http://bsi.ac.id/?VHVlMTA4Nw==
Yogyakarta
* Jl. Raya Wates No. 5, Griya Alvita Kali Bayem, Yogyakarta
* Hotel INNA Garuda Jl. Malioboro No.60, Yogyakarta
* Jl. Ringroad Barat, Ambarketawang,Gamping, Sleman, Yogyakarta ***

Purwokerto
* Jl. Dr Bunyamin No.106 Purwokerto

Purworejo
* Jl. Veteran, Purworejo Plaza, Blok A No.12
* Jl. Tentara Pelajar No.158 Klendung, Krandenan, Purworejo

Solo
* Jl. Dr. Muwardi No.85, Solo

Magelang
* Jl. Mertoyudan, Prayudan Permai A.1, Magelang

Kalau kualitas kurang tahu, tapi kan bisa belajar lewat internet / google.com untuk dapat materi kelas dunia.

Kemudian bisa juga masuk ke Lembaga Pendidikan dan Profesi Terpadu seperti Nurul Fikri yang mencetak tenaga ahli komputer (Linux, PHP, dsb).
http://www.nurulfikri.com

Sebagai contoh, ahli programmer PHP bisa digaji minimal Rp 4 juta/bulan. Yang penting dia jago program.

Komentar oleh nizaminz — Maret 24, 2009 @ 6:48 am

thank informasinya ya..

Komentar oleh ganjar_aja — April 23, 2009 @ 4:13 am

Kuliah yang murah dan mutunya bagus dimana? Tolong kirim info ke email saya ya,thx

Komentar oleh Anam — April 28, 2009 @ 6:35 pm

Tolong kasih info universitas di tasikmalaya yang murah

Komentar oleh Zhie — Mei 7, 2009 @ 1:08 am

tolong di kasih info universitas murah yang di medan

Komentar oleh harmoko — Juli 2, 2009 @ 12:12 pm

salam musim panas dari Kairo.. ^^

kalo diitung2 sih secara biaya, kuliah di Azhar Kairo juga bisa jadi pertimbangan. rinciannya kek gini:

per semester:
biaya kuliah: 70 LE / 126 ribu
diktat kuliah: +- 100 LE / 180 ribu
TOTAL: 306 ribu

per bulan:
biaya makan plus sewa apartemen: +- 200 LE / 360 ribu per bulan
transport: +- 30 LE / 54 ribu sebulan
TOTAL: 414 ribu

oiya, masih ada juga bantuan pendidikan dari lembaga2 di sini:
Jami’ah syariah: 50 LE (90 ribu) / bulan.
Bayt Zakat kuwayt: 300-an LE (540 ribu) / bulan.
Azhar : 180 LE (324 ribu) / bulan
etc. etc….
*untuk lembaga2 di atas, biasanya mensyaratkan hanya boleh mendaftar pada satu lembaga beasiswa tidak boleh lebih, kecuali lembaga Jamiah Syariah.

biaya ke sini sekitar 8 juta-an, termasuk tiket dan pengurusan administrasi buat kuliah di sini. biasanya lewat broker2 gitu. tapi syarat utamanya harus ikut ujian DEPAG, denger2 udah keluar pengumuman ujiannya. liat di http://www.ditpertais.net

untuk info lebih lanjut bisa kontak broker2 resmi untuk kuliah di sini.
misalkan lewat ust. maulana darsono (alumni Gontor) broker resmi IKPM cab. Kairo (untuk nomer beliau kontak email saia, hanya buat yang serius).

kalo misalkan bener2 mepet dan gak ada biaya awal 8 juta tadi, bisa juga pake proposal pendidikan ke lembaga2 seperti NU ato Muhammadiyah terdekat, ato ke Pemda… dan ini udah cukup banyak berhasil ^^

yups, sekian infonya… jadi inget pepatah, “Man jadda wajada..” yang kalo orang Inggris bilang, “If there is a will there is a way..”

keep your chin up!

Komentar oleh neilhoja — Juli 6, 2009 @ 7:52 am

terkait kuliah di bidang skill bagus juga tuh… thanks infonya.. ^^

Komentar oleh neilhoja — Juli 6, 2009 @ 7:55 am

Menurut saya yang paling murah adalah di USU (Universitas Sumatera Utara)
Pertahunnya hanya 1juta saja untuk semua fakultas,, kecuali ilmu komputer 2juta pertahun,,
Tapi itu khusus untuk yang lulus UMB-SPMB atau SNMPTN lho,,

Komentar oleh Bani — Agustus 7, 2009 @ 6:34 pm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar