Selasa, 25 Agustus 2009

twain driver, ocr dan scanner

SCANNER


Scanner adalah suatu alat elektronik yang fungsinya mirip dengan mesin fotokopi. Bedanya, mesin fotocopy hasilnya dapat langsung kamu lihat pada kertas sedangkan scanner hasilnya ditampilkan pada layar monitor komputer dahulu kemudian baru dapat dirubah dan dimodifikasi sehingga tampilan dan hasilnya menjadi bagus yang kemudian dapat disimpan sebagai file text, dokumen atau gambar.

Bentuk dan ukuran scanner bermacam-macam, ada yang besarnya seukuran dengan kertas folio ada juga yang seukuran postcard, bahkan yang terbaru, berbentuk pena yang baru diluncurkan oleh perusahaan WizCom Technologies Inc. Scanner berukuran pena tersebut bisa menyimpan hingga 1.000 halaman teks cetak dan kemudian mentransfernya ke sebuah komputer pribadi (PC). Scanner berukuran pena tersebut dinamakan Quicklink. Pena scanner itu berukuran panjang enam inci dan beratnya sekitar tiga ons. Scanner tersebut menurut WizCom dapat melakukan pekerjaannya secara acak lebih cepat dari scanner yang berbentuk datar.

Data yang telah diambil dengan scanner itu, bisa dimasukkan secara langsung ke semua aplikasi komputer yang mengenali teks ASCII.

Pada saat ini banyak sekali scanner yang beredar di dunia dengan berbagai merk pula, Di antaranya scanner keluaran dari Canon, Hewlett Packard (HP), EPSON, UMAX dan masih banyak lagi.

Perbedaan tiap scanner dari berbagai merk terletak pada pemakaian teknologi dan resolusinya. Pemakaian teknologi misalnya penggunaan tombol-tombol digital dan teknik pencahayaan.

Ada juga scanner sheet-fed yang mirip flatbed, bedanya pada sheet-fed dokumen yang di-scan bergerak sementara scan head-nya diam. Sheet-fed scanner mirip dengan printer portable.

Handheld scanners menggunakan teknologi dasar yang sama dengan flatbed scanner, tetapi tergantung pada user untuk menggerakkan sebagai ganti dari belt yang digerakkan motor. Scanner jenis ini mutu gambarnya jelek, tetapi cukup berguna untuk teks.

Drum scanners digunakan oleh industri percetakan untuk menghasilkan gambar yang sangat detil. Teknologi yang dipakai adalah photomultiplier tube (PMT). Pada PMT, dokumen yang di-scan dipasang pada gelas silinder. Pada bagian tengah silinder ada sensor yang memecah cahaya yang dipantulkan dari dokumen menjadi tiga berkas cahaya. Tiap berkas kemudian di kirim ke sensor warna pada tabung photomultiplier tube dan pada tempat itu berkas cahaya diubah menjadi sinyal elektrik

Anatomi Scanner
Bagian-bagian scanner flatbad termasuk:
• Charge-coupled device (CCD) array
• Mirrors
• Scan head
• Glass plate
• Lamp
• Lens
• Cover
• Filters
• Stepper motor
• Stabilizer bar
• Belt
• Power supply
• Interface port(s)
• Control circuitry

Komponen inti dari scanner adalah CCD. Perangkat ini dalam konsep teknologi adalah penangkap gambar atau citra. CCD terdiri dari diode yang peka cahaya yang mengubah photon (cahaya) menjadi electron (muatan listrik). Diode-diode ini disebut dengan photosites. Pada nutshell tiap photosites sensitive pada cahaya—makin terang cahaya yang menerpa photosites, makin besar muatan listrik yang terkumpul dalam site.
Berkas cahaya menerpa photosite dan menciptakan electron.

Gambar dari dokumen yang di-scan mencapai CCD melalui serangkaian cermin, filter dan lensa. Konfigurasi secara tepat dari komponen ini tergantung pada model scanner, tetapi pada dasarnya sama saja.

Proses scanning.
Beginilah langkah-langkah scanner saat melakukan scan dokumen:
• Dokumen diletakkan pada plat gelas dan cover-nya ditutup. Di dalam cover pada umumnya dalah warna putih meskipun ada beberapa yang hitam. Cover menyediakan latar-belakang (back ground) yang seragam yang oleh software scanner dapat digunakan sebagai referensi untuk menentukan ukuran dokumen yang di-scan. Pada scanner flatbed dimungkinkan covernya dicopot agar bisa dipakai untuk men-scan obyek semisal buku tebal.
• Lampu digunakan untuk menerangi obyek. Pada scanner model baru lampu yang digunakan ialah cold cathode fluorescent lamp (CCFL) atau lampu xenon sementara pada model yang kuno fluorescent lamp.
• Keseluruhan mekanismenya (cermin, lensa, filter dan CCD) disebut scan head. Scan head bergerak perlahan pada obyek yang di-scan dengan belt yang dipasang pada motor stepper.
• Gambar dari dokumen dipantulkan cermin bersudut ke cermin lainnya. Pada beberapa scanner, hanya ada dua cermin sementara yang lain menggunakan tiga cermin. Tiap cermin secara perlahan dibelokkan untuk mefokuskan gambar pada permukaan yang lebih kecil.
• Cermin terakhir merefleksikan gambar pada lensa. Lensa memfokuskan melalui filter pada CCD.

Filter dan lensa disusun sangat bervariasi tergantung pada scanner. Beberapa scanner menggunakan metode tiga kali pass. Tiap pass menggunakan filter warna berbeda (merah, hijau atau biru) antara lensa dan CCD. Setelah tiga pass lengkap, software pada scanner mengatur gambar yang melalui tiga filter menjadi satu warna saja.

Namun kebanyak scanner saat ini hanya menggunakan single pass. Lensa memecah gambar menjadi tiga versi yang lebih kecil disbanding aslinya. Tiap versi yang lebih kecil melewati filter warna (merah, hijau atau biru) pada diskret seksi dari CCD. Scanner kemudian mengombinasikan data dari tiga tiga bagian dari CCD menjadi satu warna.

Ada juga teknologi yang lebih murah pada scanner flatbad yaitu yaitu contact image sensor (CIS). CIS mengganti CCD, cermin, filter, lampu dan lensa dengan serangkaian diode warna merah, hijau dan biru. Mekanisme sensor gambar, mengandung 300-600 sensor spanning lebar area scan yang diletakkan sangat dekat dengan plat gelas.

Saat gambar di-scan, LED akan menggabungkan menjadi cahaya putih. Gamabar yang teriluminasi kemudian akan ditangkap oleh barisan sensor. Meski lebih murah, tipis dan ringan namun kualitasnya tak bisa menyamai scanner CCD.

Resolusi Scanner
Scanner sangat resolusi dan ketajamannya sangat bervariasi. Kebanyakan flatbed scanner memiliki resolusi 300x300 dots per inchi (dpi). DPI scanner ditentukan dari jumlah sensor pada sumbu x (horizontal) dari CCD atau CIS dengan presisi dari motor stepper (sumbu y).

Sebagai contoh, jika resolusi 300x300 dpi dan scanner mampu men-scan dokumen seukuran kertas surat, maka CCD memiliki 2.550 sensor yang disusun secara horizontal. Single pass scanner akan memiliki tiga baris, sehingga total akan ada 7.650 sensor. Stepper motor dalam hal ini bergerak 1/300 inchi. Demikian juga jika scanner punya 600x300 dpi maka sesnor pada horizontal akan ada 5.100.

Umumnya scanner memiliki area scan 8,5x11 inchi, 21,6x27,9 centimeter atau legal size 11x14 inchi, 27,9x35,6 centimeters).

Ketajaman bergantung pada kulitas optik yang digunakan lensa dan terangnya sumber cahaya. Lampu xenon yang sangat terang dan lensa yang berkualitas akan menciptakan hasil scan yang lebih bersih dan lebih tajam dibanding lampu fluorescent dan lensa standar.

Ada scanner yang mengklaim resolusi 4.800x4.800 or bahkan 9.600x9.600. Untuk mencapai klaim itu maka diperlukan sensor CCD 81.6000 yang bisa dipenuhi melalui pengayaan software (enhanced software), resolusi interpolasi atau proses lain yang serupa.

Interpolasi adalah proses scanning yang menggunakan software untuk meningkatkan resolusi. Ekstra piksel merupakan piksel berdekatan. Contoh, jika resolusi hardware 300x300 dan resolusi interpolasi 600x300, maka software menambahkan satu piksel antara tiap yang di-scan dengan sesnor CCD tiap baris.

Istilah lain yang sering dipakai dalam dunia scanner adalah bit depth atau bisa juga disebut dengan color depth. Istilah ini menunjukkan jumlah warna yang bisa diproduksi scanner. Tiap piksel membutuhkan 24 bit untuk menciptakan true color standar dan secara virtual semua scanner di pasaran mendukung. Namun ada juga yang menawarkan 30 atau 36 bit meskipun pada outputnya hanya 24 bit, namun dalam prosesnya lebih banyak pilihan sehingga diharapakan hasilnya lebih baik. Namun pada ahli masih berbeda pendapat soal 24, 30 dan 36 bit ini.

Transfer Gambar
Melakukan scanning dokumen adalah salah satu bagian proses. Agar berguna hasil scan harus ditransfer ke komputer. Ada tiga koneksi yang biasa dipakai scanner:
- Parallel. Menghubungkan melalui port paralel merupakan cara terlambat.
- Small Computer System Interface (SCSI). SCSI memerlukan koneksi khusus seperti card SCSI yang harus dimasukkan komputer dan dihubungkan ke scanner, tetapi bisa digunakan SCSI kontrol standar.
- Universal Serial Bus (USB). USB scanners menggabungkan kecepatan, kemudahan penggunaan dan kemampuan memberi pada paket tunggal.
- FireWire. Biasa dipakai pada scanner higher-end scanners. Koneksi fireWire lebih cepat dibanding USB dan SCSI. Firewire ideal untuk scanning resolusi tinggi.

Pada komputer anda, dibutuhkan software, biasa disebut driver, dengan begitu komputer tahu cara berkomunikasi dengan scanner. Kebanyakan scanner menggunakan bahasa standart, TWAIN. TWAIN driver berperan sebagai penerjemah antar aplikasi-aplikasi yang mensupport standar TWAIN dan scanner. Ini Berarti Aplikasi tidak perlu mengetahui secara detail tentang scanner untuk bisa mengaksesnya. Sebagai contoh anda dapat memilih menscan gambar dari scanner menggunakan Adobe Photoshop karena Photoshop mensupport standart TWAIN.

Untuk tambahan driver, kebanyakan scanner dikemas bersama software lainnya. Biasanya sofware keperluan scanner dan juga termasuk beberapa aplikasi pengolah gambar. Banyak juga pada paket scanner memasukkan software OCR. Dengan OCR memungkinkan anda untuk dapat menscan tulisan pada dokumen kemudian merubahnya menjadi teks yang bisa diedit dikomputer. Proses ini biasa digunakan untuk menentukan bentuk dari karakter yang mempunyai kesamaan dengan huruf atau angka yang benar.

Hal yang paling hebat tentang teknologi scanner masa kini adalah anda dapat mendapatkannya sesuai dengan kebutuhan anda. Anda bisa mendapatkan scanner yang baik dengan software yang bagus kurang dari Rp. 600.000, atau mendapatkan scanner yang fantastik dan sofware yang luar biasa dengan harga kurang dari Rp. 1 juta. Semua ini tergantung dengan kebutuhan dan budget anda.

Taukah Anda?
TWAIN bukan lah sebuah singkatan kata. Itu sebenarnya datang dari ungkapan “Never twain shall meet” karena sang pengemudi adalah tujuan-antara software dan scanner. Karena masyarakat komputer merasa memerlukan singkatan yang tidak berhubungan. TWAIN juga dikenal sebagai Teknologi tanpa nama yang menarik!.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar